Sangat khawatir aku ini
Amanah rupa ujung belati
Tak tik tok terlewati
Melenggok tanpa peduli
Tapi ia berkata ini:
Hati-hati!!
Ini bahaya dan tak boleh dibawa mati
Jangan kau harap baunya bagai melati
Diapun tak sesejuk mentari
Sekali lagi hati-hati!!
Tapi kawan..
Tenang saja dahulu
Kau bisa bebas dari rawan
Asal temanmu di situ
Besamamu
Tapi begini...
Itu masih salah satu
Tolong difahami
Kataku;
Baiklah kalau begitu
Kutanya mereka dahulu
Degup diriku
Mataku beku
Mulutku kaku
Aku ragu
Bicara melulu
Tentang itu-itu..
Siapkah kalian kawan??
Menamaniku??
Hmm...pikir dahulu Nang, jawab mereka acuh
Hmm...boleh, tapi sebelum kubantu, ada syarat ini itu
Kupikir alasannya dungu
Tapi biarkan begitu
Daripada belati itu tertancap dan aku rubuh??
Hari yang ditunggu...
Benarkah mereka dungu
Tak tik tok 16.40
Bukannya kujanji 16.00, lebih dahulu
Tapi biar saja, namanya juga Palu
Terlambat itu perlu
Kutunggu...
Tak tik tok jarumnya sudah berpeluh
Biar saja namanya juga orang Palu
Adakah harapan....
Datanglah mereka sekawanan
Wajah-wajahnya menawan
Tak lama datang lagi sekawanan
Ini pula rupawan
Mereka riang
Mengedar senyum di ujung belati tajam
Mereka sapa ku dengan salam
Terimakasih kawan
Satu tali ku tlah terlepaskan
sekali lagi terimah kasih..eh maaf Syukran..
N3g, 11 Januari 2009.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar