Selasa, 20 November 2007

PERJALANAN SPIRITUAL

Bagi keluargaku Shalat adalah aktifitas yang harus dilaksanakan pada tiap harinya. Tak boleh ketinggalan amalan ini, sekali ditinggalkan ancamannya adalah neraka. Ayahku memang lulusan mu'alimin pernah menjadi Ustad di Ternate., Ibuku hanya pengurus Rumah Tangga biasa namun kasih sayangnya kepada ayahku sangat besar sehingga apa yang diamalkan oleh ayahku ibukupun mengamalkannya, aku dan 5 orang saudaraku juga melaksanakan amlan ini.
Dari usia sekitar 6 Tahun aku sudah terbiasa dengan amalan ini namun sampai aku duduk di Sekolah Dasar tak pernah aku tahu apa yang akan dibaca dalam gerakan ini. Yang kuketahui hanya Al Fatihah stelah takbir kemudian membaca surat-surat pendek adapun bacaan yang lain aku sama sekali tak faseh mengucapkannya karena tidak hafal.
Ketika mengaji al qur'an aku termasuk anak yang bandel, sering bolos dan berbohong dengan orang tua. Dan akhirnya dengan ulahku ini aku ketahuan sudah hampir sebulan aku tak masuk. Ibuku marah besar dan memaksaku untuk mengaji lagi. Tidak berapa lama aku masuk aku membujuk orang tuaku agar aku lebih baik sekolah Sore Madrasah Ibtidayah saja. Keinginanku terpenuhi tapi di MI aku juga sering melakukan hal yang sama, namun aku tetap lulus karena kelas 3 aku mulai lebih aktif, bahkan menjadi ketua kelas saat itu.
Lulus SD aku memilih sekolah di Madrasah Tsanawiyah Di Kampungku. Walau tak begitu berprestasi aku masih tetap berada dalam peringkat 10 besar. Pelajaran yang paling aku sukai adalah Fikh, Aqidah Akhlak, Bahasa Arab, Qur'an Hadits, Sejarah Ke Alkhairaatan. Sepertinya minat ingin mengetahui agama lebih besar ketibang belajar ilmu-ilmu yang lain.
Aku mulai belajar agama menghafal semua bacaan shalat-dan mereviu semua hafalanku. Amalan ibadaku bukan lagi tradisi tapi ada motivasi tersendiri.
DiMadrasah Tsanawiyah jugalah aku mulai mengenal gerakan islam. berawal dari simpatiku melihat salah satu gerakan yang datang didesaku untuk berdakwah. Jama'ah Tablig telah mengubah paradigmaku berpikir tentang hakikat diri. Iman tumbuh...saat pertama kali berada ditempat mereka. Entah? aku merasa tenang dihadapan mereka ukhwahnya sangat kuat sehingga telah mngikatku.

Tidak ada komentar: