Jumat, 07 November 2008

Sahabat Sehati

eeemmm....mo nulis apa ee?
emmmmm....mmmm...emmm..
oh ini jo, tentang sahabat sehati.
Jadi, ternyata dunia tercipta manusia yang mempunyai minat dan rasa yang sama. yaa...walau tidak semua minat dan rasa yang sama, tapi paling tidak, minat dan rasa yang sedikit sama itu menjadi bukti peresahabatanku.
ada beberapa sahabat sehatiku...bagiku itu betul-betul sehati.
Untuk Posting kali ini untuk Zaenal
Zaenal, ia sering disapa zen(aauwww, nemo me sapa!!). Ada banyak sebenaranya indikasi kami bisa disebut sehati. Yang paling menonjol adalah saat memilih wanita, bagaiamana kriterianya, begitupun kriteriaku. entah, itu kenapa bisa sama.
Kisah unikku,terkait dengannya.
dulu, ia pernah bercerita kalau ia sudah menghitbah akhwat eh salah, masturah sebut kami saat itu. saat itu umurnya masih sekitar 17 atau 18, masih sma kelas 3. Nekat kan? Dengan kecerdasannya, Ia beri logika cinta butanya ke ortu si maturah, apolojinya kalau ia menikahinya setelah kuliyah atau tamat kuliyah. gila!!.
saat berecerita, dari romannya, ia sangat bahagia bukan kepalang. ia menyebutkan semua kriteria masturah pilihananya ini ke saya. katanya, si wanita pilihannya ini tidak terlalu cantik, biasa saja, tapi menarik. tak lupa ia juga menyebut alamat anak itu.
akhirnya, saya penasaran juga, yang mana sih orangnya? untuk menjawab rasa penasaranku, saya di ajaknya ke rumah si masturah ini. Pasar Inpres, agak lewat bundaran, perempatan, masuk lorong sebelah kana dari timur, jalaann terus, ada banyak polisi bobo, nah rumahnya paling ujung sebelah kiri. Yesss..ketemu juga rumahnya. Namun, aaahhh gagal...ternyata si makhluk Tuhan yang paling tertutup itu tak ada di rumah. kurang ngajar. maka penasaranku makin besaaaar. yaa..sabar-sabar-sabar, ana harus menunggu akhwat ini menikah dengan adindaku 5 tahun lagi.
2 Tahun berlalu..
Zen telah di tinggal mati bapaknya. tak mau menjadi beban keluarga. dan juga berniat membanggakan keluarga, ia nyantri selama beberapa tahun di Ponpes Nurul Khaeraat kanuna. ponpes yang sangat skolaktis, jauh dari kehidupan kota. kami hanya bisa bertemu dalam waktu yang sangat singkat, hanya hitungan jam saja, saat dia pulang, itupun kalau sempat bertatap muka denganku.
Kalau bertemu, kami tidak lagi membicarakan akhwat...bukan topik utama kami. mungkin karena sudah di atas 20 tahun. jadi sudah hampir 3 tahun kami melupakan wanita-wanita di hati kami.
Suatu saat..
Di Kampusku, saat saya menjadi senior di MPM. Saya diundang mahasiswa baru ikut buka puasa bersama di rumah salah satu dari mereka. di sana, sekaligus membicarakan planning MPM. Kami duduk leter O layaknya Musywarah. saat sedikit kulirik di depanku, sedikit gadhul bashar, ada seorang wanita, akhwat berjilbab lebar. dibilang cantik tidak, tapi menarik ya sangat menarik (eeeiiit ini bukan jatuh cinta). melihatnya, ada semacam insting. kayaknya wajahnya tak asing? Kayaknya saya pernah bertemu dengannya? Tapi saya yakin tidak.
saya terus penasaran, kenapa akhwat ini? sepertinya tak asing bagiku? Mimpi, atau ketemu pun saya yakin tidak pernah. mmm...siapakah akhwat misterius ini? saya cari kabar siapa wanita ini. jawab teman-teman, dia anak HT. Loh anak HT? Akhwat Tarbiyah aja jarang ana kenal, apalagi HT?
Siapakah dia? kucari tahu lagi di mana alamatnya, kata teman-teman lagi, BIromaru. whattttt Biromaru? semakin misterius. ????????
Sudahlah otak pencarianku sudah lelah...
Begini kutebak saja.
Suatu waktu...
saat kami bercakap-cakap di serambi mushalah. wanita ini ingin mengenalku, karena katanya wajahku tak asing baginya. hhmmm...semakin penasaran. Tapi, dengan sangkaanku ini, pasti benar.
dia tanya ke saya. "Kakak tamatan mana?"
"Tamatan Aliyah ALkhairaat," jawabku.layaknya orang yang berekanalan, kepalanya mengangguk.
lanjutku "Saya di Aliyah Alkhairaat, kakak kelasnya Zaenal, Zaenal sering dipanggil dengan nama Zen, Mantan Ketua OSIS-ku dulu."
Saya tersenyum lebar. Alisnya mengerut, seakan bertemu. Wajahnya memerah. WAAAWWWW TEPAAATTTT. Ternyata tebakanku benar... Ialah wanita itu. (maaf yang membaca tulisan ini, diharap jangan suuzhan!!!! lebih berdosa daripada mengeksekusi mujahid, he he he fatwa apa ini)

Walau ragaku bukan ragamu
Walau cintaku bukan cintamu
Walau tangisku bukan tangismu
Namun di hatiku ada se titik tinta rasamu
Sahabtku. (Untukmu Zen)

Bersambung ke Kisahku dengan Ivan....

1 komentar:

3g@ azzahra mengatakan...

aih..aih...klo dy sahabat sehatimu, akhwat HT itu adalah sahabat sehatiku...dan ku minta doa mu untuk kebahagiaanya,karna bentar lg dy kan mnympurnakan agamanya....barakallah