"Langit akhlak rubuh, di atas negeriku yang berserak serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di RoxasBoulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dan , Champs 'Elyees dan Mesopotamia
Dan di sela khlayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan mata topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia"
Itulah kata ayahanda kita
Taufik Ismail si raja sastra Indonesia
Coba pikir! Bagaimana kalau puisi ini kuganti saja
"Malu aku jadi orang Sulawesi Tengah"
Tapi jelas tak bisa
Kenapa?
Karena aku tak pernah keluar daerah, apalagi negara
Aku juga tak punya kacamata
Topi baret juga, jangankan itu, kofiah pun aku tak ada
Ah...
Aku malu jadi Nurdiansyah
1 komentar:
kalo malu..ganti nama aja.
"malu aku jadi nurdiansari..(what?)
yang jelas..komiu jgn jd penonton di negri sendiri..buktiin donk
Posting Komentar