Jumat, 26 Desember 2008

Untuk tak lagi...

Untuk apa lagi
Mencari muka disini
Menyinggung di tirai maya
Menangkap sisi-sisi balita
Mengingatkan seakan di belantara
Menuduh agar terpaku
Melirik untuk dikenang seumur baqa
Urusan itu bukan milik siapa-siapa
Gerak jemari tak mampu meluluhkan hati
Sebab ku sudah mengorbitkan hati jauh di ujung benci
Cuiih...
Lepaskan saja belenggu, iri dan dengki
Agar semua tak lagi...

Minggu, 21 Desember 2008

Amanah oh Amanah....

Imam Ghazali: “Apa yang paling berat didunia? “

Murid 1: ” Baja “

Murid 2 : ” Besi “

Murid 3 : ” Gajah “

Imam Ghazali = ” Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim lagi bodoh.” [QS. Al Ahzab : 72 ].


Tidak pernah kuduga jika anak panah (Amanah) itu mengarah kepadaku. Ia telah memanah tubuhku, hingga saya lemas dan tak bisa mengungkapkan kata-kata.

Awalnya saya mengarahkan mata panah itu kepada temanku Ivan dan Ikbal. Tapi tak kuduga ia langsung melesat mengenai tubuhku.

Sudah sekian kali saya menerima amanah di organisasi lain, tapi entah? Baru kali ini saya menerima amanah dengan hati yang sangat berat, berat sekali. WALLAHI berat sekali.

Berbagai alasan teman-teman kandidat lainnya, menyakitkan dan TIDAK JELAS. Sungguh sangat mengecewakan. Tapi mau dikata apalagi dia sudah mengenaiku.


TADI......

Tadi saya di jalan terus menangis…saya yang anti melankolis, kini berubah cengeng. Di Rumah saya tidak banyak kata-kata, mungkin adikku rindu dengan tingkahku yang suka merayu atau rindu ingin mendengar canda tawaku. Tak tenang di rumah, saya langsung saja ke kantor, ternyata di sana saya masih berat menrima kenyataan. Leluconku di depan computer saat menulis sudah tak adalagi. Nescafe Original, minuman kesayanganku,nganggur di kantong,ia tak kuminum lagi.. Pokoknya semuanya serba tak menggairahkan.

Menulis blog pada malam ini pun saya tak bisa konsentrasi. Saya menulis jalan sesuai emosi. Saya tak peduli lagi dengan kaidah penulisan benar atau salah. Yang penting hatiku terluapkan di sini. Di malam ini. Mencoba menghapus semualuka tadi sore, saat teman-teman KAMMI menjerumuskanku ke jurang. Jurang yang sangat dalam, sambil berkata, “berjuanglah’bahkanadaa yang mengatakan “selamat”.


Imam Ghazali = “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”

Murid 1 : ” Orang tua “

Murid 2 : ” Guru “

Murid 3 : ” Teman “

Murid 4 : ” Kaum kerabat “


Imam Ghazali : ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185). “

YA ALLAH…jangan kau dekatkan matiku dengan beratnya amanah di tubuhku!!!

YA ALLAH …YA ALLAH…..

Senin, 01 Desember 2008

Senyum, Pertanda....

































Terlepas dari perdebatan apakah mereka syahid ataupun tidak, namun dari wajah cerah dan senyum mereka...Allah telah membuktikan....